Corona Menggila, Rusia Akan Hadapi Krisis Luar Biasa

oleh -244 views

Limaqa – Presiden Rusia Vladimir Putin dalam sebuah konferensi video dengan para pejabat hari Senin (13/04) mengatakan, minggu-minggu ke depan akan menjadi “penentu” dalam upaya memerangi virus corona. “Situasinya “praktis berubah setiap hari, dan sayangnya tidak menjadi lebih baik,” kata Putin.

Selanjutnya dia menyampaikan kepada para pejabat bahwa mereka perlu “mempertimbangkan semua skenario untuk mengantisipasi situasi yang berkembang, bahkan yang paling kompleks dan luar biasa.”

Presiden Putin menyerukan langkah-langkah untuk mengakhiri kekurangan peralatan, terutama pakaian pelindung bagi petugas medis.

“Saya tahu itu tidak selalu cukup, dan tentu saja di sini kita perlu langkah-langkah tambahan untuk menghilangkan semua kekurangan ini,” kata Putin. Dia juga mengatakan bahwa militer akan dilibatkan untuk membantu, jika perlu.

Rusia sebelumnya telah mengirim pesawat militer dengan spesialis dan bantuan peralatan media ke negara-negara lain, termasuk Italia, Cina dan Amerika Serikat. Hal itu sempat memicu memicu kecaman di dalam negeri, yang menuduh Putin menggunakan sumber daya penting demi tujuan geopolitik.

Pengetatan lockdown

Otoritas Moskow hari Senin memperketat aturan, setelah angka infeksi baru virus corona melewati 2500 kasus, kenaikan harian tertinggi yang pernah dicatat.

Para pejabat mengatakan, lebih dari 800.000 surat izin melakukan perjalanan telah dikeluarkan, baik dengan angkutan umum maupun kendaraan pribadi. Namun sistem online yang dirilis untuk permohonan izin perjalanan menjadi target peretasan. Banyak warga yang mengeluh di media sosial karena tidak berhasil mengakses situs izin perjalanan meskipun mencoba berulangkali.

Kartu izin melakukan perjalanan hanya berlaku untuk satu kali perjalanan. Sementara kartu izin kerja berlaku sampai 30 April mendatang. Setelah mendaftar secara online, pemohon akan mendapat kode khusus yang terdiri dari urutan angka dan huruf – yang dapat dicetak atau diterima melalui email.

Polisi berpatroli di jalan-jalan untuk memeriksa surat izin perjalanan. Pelanggaran akan dikenai sanksi denda tinggi. Pengecualian berlaku bagi personil angkatan bersenjata, pejabat kota dan pekerja media.

“Sistem izin perjalanan juga dapat diperluas untuk memantau orang-orang yang berjalan kaki di lingkungan mereka, jika perlu,” kata pihak berwenang. Di bawah aturan lockdown ketat di Moskow, warga hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk merawat anjing, membuang sampah, dan mengunjungi toko terdekat. Lockdown diberlakukan sejak 30 Maret 2020.

Rusia hari Senin melaporkan 2.558 infeksi baru, sehingga jumlah total menjadi 18.328 kasus infeksi dengan 148 kematian. Namun jumlah infeksi Covid-19 sebenarnya diyakini jauh lebih tinggi, karena banyak orang dengan gejala ringan yang tidak dapat menjalani tes.

Moskow dengan lebih 12 juta penduduk kini menjadi episenter penularan Covid-19 di Rusia, dengan 11.513 kasus positif dan 82 kematian.

Sumber: Detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *